Gimana Mau Bersyukur Jika Tidak Tahu Apa Yang Disyukuri

Kita semua pasti sudah tahu dan sering mendengar dari nasihat dan tausiyah para ustad bahwa dikatakan barang siapa saja yang banyak bersyukur pasti dan pasti kenikmatan akan selalu ditambah-tambahkan oleh Allah SWT, Tuhan semesta alam.akan tetapi entah mengapa masih banyak dari kita kurang sekali mengamalkan atau mempraktekan perintahNya yang terbilang mudah ini,termasuk saya juga loh,hehehehe…..ada juga sebagian yang ‘merasa’ sudah banyak bersyukur dengan sering mengucapkan kata Alhamdulillah ditambah dengan banyak-banyak beristiqfar setiap mendapatkan rezeki dan kenikmatan, tapi kok kenikmatan yang akan ditambah seperti yang dijanjikan nampaknya tak kunjung datang jua.

Masa sih Allah SWT Tuhan yang maha menepati janji lagi maha kaya itu asbun alias asal bunyi,apakah Allah SWT yang maha cerdas itu keliru dalam berfirman di kitab sucinya,tentu saja TIDAK lah! Maha suci Dia dari segala macam kesalahan dan kekeliruan.kalau dicemati segala teliti ternyata kesalah pahaman banyak terjadi dalam pola pikir dan pemahaman kita selama ini tentang perintah banyak bersyukur ini.Bagaimana mau bersyukur kalau kita tidak tahu apa yang mau disyukuri,sehingga syukur kita hanya manis dibibir saja tanpa penghayatan dihati dan penjiwaan.tanpa pengakuan terhadapan kebesaranNya,tanpa pengakuan kehambaan dan kefakiran diri kita.Kita bersyukur hanya kalau Tuhan memberikan hal yang menurut kita menyenangkan diri kita.

Banyak dari kita yang hidup dengan cara take it for granted,hidup nerimo,mengalir seperti air,hidup apa adanya.apa adanya disini maksudnya waktu yang terbuang dalam kehidupan ini berjalan tanpa makna.seperti mentari yang terbit di waktu fajar dan terbenam disenja hari.lahir,balita,anak-anak,remaja,dewasa,menikah,tua dan meninggal dunia,hanya itu.tanpa makna.melaksanakan perintahNya hanya jadi semacam kegiatan rutin,tradisi dan riual biasa saja.kalau tidak melakukannya takut dibilang kafir,takut disiksa dikuburnya dan dibakar dineraka nanti.Niat kita bukan karena ingin taat padaNya tapi karena sudah menjadi kebiasaan,termasuk juga dalam hal bersyukur.

Bukankah Allah SWT telah memberikan bocoran kepdapa kita agar memperhatikan tanda-tanda kekuasaan pada diri kita sendiri dan diseluruh alam.coba perhatikan diri kita yang diberi nikmat kesehatan sehingga kita bisa hidup bahagia.kita kadang merasa semuanya biasa dan wajar-wajar saja dalam kehidupan kita.kita pergi dan pulang dari bekerja dengan selamat itu biasa,anak-anak kita tumbuh sehat itu wajar,pasangan kita tetap setia itu sudah sepatutnya,kita mendapatkan pekerjaan sehingga bisa memberikan nafkah kepada keluarga itu sudah seharusnya dan kalau mau diteruskan tulisan akan menjadi panjang sekali..

Ada acara yang murah meriah dan efektif untuk membangkitkan rasa syukur yang sebenarnya dari hati kita yang paling dalam yaitu kalau ingin tahu rasanya nikmat sehat yang ada pada diri kita,kita dapat mencoba secara berkala berkunjung ke Rumah Sakit dan duduk dan berdiam diri sebentar terutama di depan ruang ICU atau IGD yang ada di Rumah Sakit tersebut,perhatikan bagaimana orang –orang yang sedang mengerang perih kesakitan,orang-orang yang memanggil-manggil Tuhannya dan segala macam kejadian yang terjadi di situ.renungkanlah betapa Allah SWT amat sangat sayang pada diri kita.Pikiran pertumbuhan anak-anak kita yang dulunya bayi sekarang sudah remaja.tumbuh dengan normal dan sehat.sementara berapa banyak anak-anak yang ditelantarkan oleh orang tuanya,bahkan tidak sedikit yang dibantai atau dibunuh oleh orang-orang terdekat yang disebabkan oleh perkara remeh temeh.

Bersyukur itu sebenarnya hampir sama saja menunjukkan rasa terima kasih karena diberikan sesuatu yang berharga.misalnya ada dua orang petani yang diberikan titipan berupa lahan kebun yang luas dengan ukuran yang sama.katakan namanya si Amat dan si Udin,keduanya sangat senang dengan adanya titipan tersebut karena dapat menikmati hasilnya.akan tetapi ternyata ada perbedaan dari cara bersyukur atau menunjukan rasa terima kasihnya.Si Amat begitu telah menikmati panen pertamanya tidak pernah merawat dan memelihara lagi kebun tersebut.sebaliknya si Udin meskipun telah menikmati panen perdananya dia tetap saja merawat dan memelihara kebun tersebut.dibajaknya,ditanami dengan bibit terbaik,diberi pupuk yang terbaik,semuanya dilakukan dengan bahan-bahan dan cara-cara yang terbaik.Dari tamzil cerita diatas bisa diketahui bahwa si Udin lah yang akan mendapat lebih banyak dari si Amat.itulah yang Allah SWT maksudkan bahwa dia akan menambah kenikmatanNya bagi orang yang bersyukur.

Singkatnya bersyukur adalah tindakan untuk selalu berusaha melihara anugerahNya untuk menhasilkan banyak manfaat untuk dibagikan kesemua orang diseluruh alam.Jika anda pedagang maka berdaganglah dengan cara yang benar dan jujur,jangan culas dan menipu,jika anda PNS maka berikan pelayanan yangterbaik kepada seluruh masyarakat,jangan korupsi atau mempersulit urusan,jika anda lawyer atau aparat penegak hukum maka tegakkanlah hukum seadil-adilnya dan seterusnya.Niatkan semuanya tindakan,ucapan,ppikiran bahkan perasaan kita semuanya hanya karena Allah SWT,bukan karena yang lain.

Praktekkan serta sampaikan kesemua orang diseluruh alam,perhatikan apa yang terjadi pada hidup kita,Insya Allah.

Semoga Bermanfaat.

0 Response to "Gimana Mau Bersyukur Jika Tidak Tahu Apa Yang Disyukuri"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Tarakan, Kaltim, Indonesia
Hanya Manusia Biasa....