Kenapa harus KAYA?

Anda harus KAYA ! ya,itulah kalimat atau sejenisnya yang makin banyak kita lihat dimana-mana,disampul-sampul buku motivasi dan bisnis,diiklan-iklan seminar bisnis dan sebagainya.Ada satu pertanyaan yang mengelitik,apakah KAYA itu,siapakah orang KAYA itu,kapankah orang dikatakan KAYA itu,dimanakah orang KAYA itu,dan bagaimanakah gaya hidup orang KAYA itu ? apakah kita harus KAYA harta,punya banyak saldo direkening kita,punya banyak asset property,punya banyak mobil dan punya banyak isteri (hehehe….biasalah,kalo yang ini sudah jadi penyakit menular pada orang-orang kaya baru ) baru bisa dikatakan hidup seseorang KAYA dan BAHAGIA? Benarkah harus begitu….

Kalau harus demikian bisa dibayangkan apa jadinya tata kehidupan ini,tidak lagi rasa saling mencintai dan menyayangi diantara sesama manusia,akan timbul rasa saling merasa lebih unggul dari golongan lain,akan terjadi perebutan harta dan kekuasaan secara serampangan,yang KAYA makin KAYA dan yang MISKIN makin MISKIN,tidak peduli lagi terhadap nilai-nilai kemanusiaan,hukum dan Agama,tidak peduli lagi mana yang hak dan mana yang bathil.Manusia akan saling memakan manusia lainnya.demi uang seorang ibu tega menjual anaknya sendiri,karena tidak mau berbagi makan dengan anaknya orang tua tega membuang bahkan membunuh anaknya darah dagingnya sendiri.Naudzu Billah Min Dzalik.

Lantas apakah kita ngak boleh menjadi KAYA,boleh bahkan sangat dianjurkan oleh Agama,terutama didalam agama Islam di katakan “kefakiran mendekati kemusyrikan “ itu artinya semua umat islam malah di larang menjadi fakir atau miskin karena bisa jadi musyrik nantinya.Baiklah kalau begitu bagaimana dong KAYA yang benar menurut anjuran agama itu.

Nah,ini yang asyik nih,hehehe…

Diriwayatkan bahwa Nabi SAW dan para Sahabatnya adalah ternyata sekelompok konglomerat pada zamannya bukan konglomelarat loh seperti banyak pemahaman kita selama ini,beliau-beliau itu adalah sekelompok bisnisman hebat sehingga kekayaan secara rata-rata jika di nilai saat ini mencapai ratusan milyar,belum lagi property yang di miliki akan tetapi semua hal itu tidak menjadikan mereka ujub dunia atau cinta dunia bahkan perniagaan mereka dan propitnya mereka pergunakan di jalan agama,membantu sesama,menyatuni para Janda-janda dan anak-anak sahabat lainnya yang syahid,menyantuni fakir miskin,anak yatim piatu dan sebagainya,justru amalan-amalan seperti ini lah yang membuat kekayaan mereka menjadi bertamabah-tambah terus,bukan sebaliknya.Bukankah Allah SWT berjanji bahwa siapa aja yang bersedekah,berbagi,berderma,donasi atau apapun namanya pasti dan pasti akan dibalasnya dengan segera dan minimal 10x lipat.wuiiihhh….bayangkan 10x lipat itukan artinya 1000%.bagi teman-teman trader dan pengusaha agar melakukan ini dulu sebelum memulai aktivitas bisnis atau tradingnya.

Untuk lebih jelasnya para sahabat RA dulu setelah menjadi muslim merubah niat dan orientasi bisnisnya yang dulunya hanya serakah para materi semata berubah menjadikan sarana Ibadah dan Dakwah guna kepentingan Agama dan Manusia di seluruh alam,Rahmatan Lil Alamin.kekayaan yang mereka miliki hanya samapai ditangan tidak dimasukkan ke dalam hati,jadi jika kekayaannya pergi meninggalkan dirinya,dia tetap biasa-biasa aja tidak stress,jadi sinting atau bunuh diri.bahkan ada yang keras lagi menyatakan dunia hanya berada di telapak kakinya artinya dunia beserta isinya selain untuk Ibadah ngak penting-penting amat untuk dikejar-kejar.mengejar-ngejar dunia pasti akan berakhir sia-sia atau istilah orang sono “buang –buang umur doang “.
Janganlah hanya karena ingin punya gadget baru segala cara ditempuh,ngutang,nipu,nodong bahkan ngrampok.ingin dibilang hebat denagn penampilan hebat,mobil hebat,rumah hebat tapi didapatkan dari korupsi,itukan celeka di dunia maupun akhirat.bahkan di kalangan tertentu ada yang hanya karena ingin punya baju yang lagi in atau hape terbaru rela menjual dirinya.Masya Allah.
Kembali ke laptop….eh ke pokok masalah..
Menjadi KAYA sangat-sangat di anjurkan oleh Agama Islam,Cuma harus dengan niat,cara dan pengelolaan yang bener,Insya Allah akan menjadi berkah akan tetapi kalau niat hanya untuk ujub dunia atau cinta pada dunia,pasti dan pasti akan mendatangkan kesengsaraan bagi kita dan keluarga kita di dunia maupun di akhirat.semoga Allah SWT melindungi kita semua selalu.,Amin.


Kesimpulannya adalah jika kita bisa memberi manfaat kepada orang lain,semakin banyak semakin bahagia kita,anda bisa membuat pilihan pekerjaan yang anda sukai dan bermanfaat bagi orang banyak maka secara otomatis akan mendatangkan rasa bahagia didalam diri kita.’SEMAKIN BANYAK MEMBERI SEMAKIN BANYAK MENERIMA” itulah sebab akibat yang pasti dan pasti terjadi di kehidupan yang fana ini.inilah keKAYAan yang sesungguhnya,inilah keBAHAGIAan yang hakiki.

Semoga Bermanfaat

1 Response to "Kenapa harus KAYA?"

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Tarakan, Kaltim, Indonesia
Hanya Manusia Biasa....