Di Indonesia ini,masih banyak yang suka salah presepsi atau salah kaprah,dan yang parahnya lagi terjadi pembiaran terhadap salah presepsi tersebut hingga menjadi semacam pembenaran atau menjelma menjadi suatu kebenaran,misalnya masalah perombakan kabinet yang jelas-jelas tujuan agar mendapatkan menteri-menteri yang lebih baik di kementerian masing-masing,hanya itu,tapi beritanya dipelintir sedemikian rupa sehingga membuat bingung rakyat Indonesia ,hehehe...Ada hal yang menarik dari cerita dibalik rame-ramenya isu Resuffle Kabinet Presiden SBY –Boediono yang telah di umumkan tadi malam,banyak terjadi kejutan-kejutan politis yang mengawali rencana reshuffle tersebut,diantaranya tentang seorang menteri Negara yang mengundurkan diri tepatnya Menper Sudarsono Monoarfa dari partai PPP yang jika ditinjau dar sisi kinerja termasuk baik dan bersih tapi sayang beliau mengundurkan diri dengan alas an sangat pribadi sekali yang tidak bisa dibendung lagi,sekedar informasi,presiden SBY dulu waktu jadi menteri pernah juga loh resign,bahkan dua kali lagi..
Memang tradisi mengundurkan diri dikalangan para pejabat di negeri ini masih dianggap mahluk aneh bin ajaib,maksudnya masih bisa dihitung dengan jari pejabat yang mengundurkan diri,baik dengan alas an kemampuan,hukum,moralitas atau pribadi.Bahkan masih banyak saja Kepala Daerah yang sudah jadi tersangka,sudah diproses persidangan,masih ngotot aja untuk tetap memegang jabatannya meskipun dengan status non aktif.Mereka berkilah bahwa peraturan perundangan masih membolehkan hal itu.Hah ! muke gile Lu…itukan maunye
Lu,hehehe
Sebagai Umat Islam saya ingin mengambil contoh tata tertib Sholat Fardhu berjamaah,harus di pimpin oleh seorang Imam,ada makmumnya (min 1 org),Yang dipilih yang jadi Imam adalah yang paling cakap,paling banyak hafalan surah Al-qur’an,paling senior dan seterusnya bahkan ditentukan siapa yang paling ganteng apabila semua syarat sama-sama dimiliki.busyet,samapai segitunya…Ya,itulah yang tertulis di Al-hadist,trus bagaimana dengan yang tidak ganteng,ya dikondisikan aja lah untuk jadi makmum yang baik ,hehehe…(sssttt termasuk saya sendiri loh).
Dalam proses kegiatan sholat berjamaah,apabila Imam lupa ayat atau salah baca ayat maka makmum wajib memperbaiki dangan cara membacakan ayat yang benar secukupnya,jika Imam salah dalam rukun sholatnya atau jumlah Rakaatnya maka makmum wajib mengingatkan dengan mengucapkan “ Subhana Allah..” bagi jamaah laki-laki dan menepuk tangan bagi Jamaah perempuan,hanya sekali aja loh bukan berkali-kali nanti dikira tepuk Pramuka pula,hihihi…ok,kembali serius.dan apabila Imam batal wudhunya,misalnya buang angina meskipun tanpa diketahui oleh makmum,Imam wajib berwudhu ulang dengan cara mundur dari posisinya dan makmum yang persis dibelakangnya wajib menggantikanya dan melanjutkan tugas Imam sampai denagan selesainya Sholat berjamaah tersebut.
Dan dalam proses menegakan aturan tata tertib tersebut demi kelancaran keselarasan tujuan bersama yaitu Sholat berjamaah secara sempurna baik Imam dan Makmum harus memahami kewajiban masing- masing,artinya Imam kalo diingatkan gak perlu,geram, marah,gengsi atau malu,termasuk jika harus mundur karena batal wudhu meskipun tidak ada makmum yang menyadarinya.tidak perlu merasa kehilangan muka atau harga diri,trus para makmum pun harus memahami kewajibannya terutama yang shaf depan persis dibelakang Imam,paham kekeliruan bacaan Imam dan bisa membenarkan,mengetahui kesalahan rukun atau jumlah rakaat sholat Imam,segera maju untuk menggantikan Imam dan melanjutkan tugas-tugas Imam tanpa harus disuruh-suruh,ngak perlu rapat2 dan ngak perlu kontes pemilihan,ngak perlu tim sukses dan ngak perlu ribet lah…
Inilah contoh demokrasi yang baik dan sebenarnya,bukan yang dapat suara terbanyak lah yang menang atau terpilih,meskipun semua tahu kalo dia tidak layak karena masalah hukum,kecakapan,intergritas atau masalah etika,oleh karena dia memiliki sumber daya modal yang besar dan entah bagaimana caranya jadilah dia “Sang Juara’ hehehe…
Sudahlah kita ngak mau membahas tentang demokrasi terlalu jauh karena saya ,anda dan kita semua pasti sepakat untuk masalah itu,kita serahkan aja pada ahlinya,jadi anda-anda yang ingin membaca artikel demokrasi atau masalah politik,silahkan ke blog tetangga ya,hehehe…
Saya hanya ingin mengajak kita semua agar langsung mempraktekkan dan menyampaikannya ajaran –ajaran agama kita masing-masing dalam kehidupan sehari-harinya atau dengan kata lain’menerapkan agama baik dalam sholat maupun diluar sholat..” sesuai dengan kemampuan kita masing-masing dan kita tingkatkan setiap harinya
Seandainya para pejabat memahami hak dan kewajibannya masing-masing,termasuk mundur apabila sudah merasa tidak pantas lagi pada jabatan tersebut dengan berbagai alas an,bukannya sudah jelas-jelas tidak panta lagi masih aja ngotot memegang jabatan dengan seribu satu alas an padahal cepat atau lambat pasti dan pasti jabatannya itu akan beralih ke orang lain.trus bagaimana pendapatnya tentang mundurnya Menpera tadi,Ya,diluar banyaknya opini yang berkembang (wiihh...kayak pakar politik aja,hihihi..) saya tetap baik sangka saja sama beliau,saya percaya ..!
Semoga bermanfaat


0 Response to "Soal Mundur atau Tidak"
Posting Komentar